Proses Rindu(ku)

Sunyi telah tiba. Seketika aku jadi awan mendung lalu jatuh sebagai hujan. Terserap bumi lalu mengalir ke lautan Rindu. Dan menjadi tak terhingga menutupi seluruh bumi. Kembali matahari jadikan aku Mendung. Sial. Lalu Turun lagi sebagai hujan. Begitu. Sampai aku menjadi rindu. Sekarang aku rindu.  Rindu itulah aku, yang abadi kepadamu.

Jika Bukan Engkau

Jika bukan Engkau yang menemaniku saat sunyi. Siapa lagi? Jika bukan Engkau yang hadir saat heningku. Siapa lagi? Jika bukan Engkau yang aku rindukan. Siapa lagi? Jika bukan Engkau yang menanamkan cinta ini. Siapa lagi?

Jika Bukan Padamu

Jika bukan padamu. Kepada siapa cintaku? Hanya kau yang membuatku tak sendiri. Maka jika bukan padamu. Kepada siapa rinduku? Hanya kau yang membuatku terjaga Maka jika bukan padamu. Kepada siapa?

Bukan Hanya Sekedar Nama (4)

Inikah yang ingin kau ciptakan padaku? Sunyi yang tak ber-ujung Bahkan jari jarimu enggan bicara padaku Adakah kau sengaja? Menciptakan insomnia diharusnya mimpikanmu Namun diammu justru menurunkan hujan Dan aku jatuh Yang masih kepadamu Dan nyatanya Musim cepat berubah  Belum setahun hitungan manusia Yang sungguh aku tiada duga  Inikah dirimu? Atau aku keliru Ada hanya […]

Rindu

    Telah lama kita tak jalan jalan ke taman atau ngopi bareng. Rindu rasanya. Rindu itu baik loh. Rindu itu makhluk ciptaan Allah yang tergolong paling Indah. Rindu itu cinta menyertainya.     Ketahuilah rindu bisa menjaga kita Dari perbuatan perbuatan buruk. Rindu ialah api yang menghidupkan jiwa jiwa kita.    Karena rindu seorang […]

Rabu Hujan

Tiba tiba hujan. Aku jadi teringat. Di pikiranku terlintas. Aku teringat pada sebuah caption seorang perempuan di instagram. “Yang basah ketika hujan bukan hanya daun pepohonan. Bukan hanya rumput mungil, tapi juga pipi ini. Yang harum ketika hujan bukan hanya aroma rebusan mie instan tapi juga aroma tubuh yang kau tinggalkan”

Ayah Bundaku, Ibu Bapakmu

Dan rupanya. Semua tak lagi sama Suara kian serak, kulit kian keriput Dia hampir kembali menutupi lelahnya Dia lebih banyak baring Dan menutupi lelahnya   Rupanya semua telah berubah dengan perlahan Ngantuknya tiba dengan cepat Lahapnya berkurang Semua berubah termasuk doa dan cinta kian bertambah Yang peluknya makin hangat